Iklan sewa kos: website sendiri atau grup Facebook?
Pasang iklan sewa kos di grup Facebook memang cepat, tapi postingan cepat tenggelam. Bandingkan dengan situs iklan dan website sendiri, lalu gabungkan.
Pemilik kos, kontrakan, atau apartemen servis pasti pernah memasang iklan sewa kos di grup Facebook, lalu beberapa hari kemudian iklannya tenggelam dan harus diposting ulang. Bagaimana supaya iklan tetap terlihat, calon penyewa menemukan sendiri, dan hanya bertanya hal yang perlu? Panduan ini membandingkan tiga cara, yaitu grup, situs iklan, dan website sendiri, lalu cara menggabungkannya agar kamar jarang kosong.
Ringkasnya, tempat memasang iklan sewa kos dan cara memakainya:
- Grup Facebook dan WhatsApp: cepat dan gratis, tapi tenggelam
- Situs iklan dan aplikasi: banyak pengunjung, sulit menonjol
- Website sendiri: tidak tenggelam, muncul di Google
- Isi iklan sewa yang baik
- Gabungkan: posting di grup, arahkan ke website
- Selalu akurat: kamar kosong, harga, biaya
1. Grup Facebook dan WhatsApp: cepat dan gratis, tapi tenggelam
Grup “info kos” di tiap kota punya banyak anggota dan posting itu gratis. Postingan baru sering langsung ditanya dalam beberapa jam.
Kelemahannya, postingan cepat tenggelam: puluhan postingan baru setiap hari mendorong iklan Anda ke bawah. Semua orang menanyakan hal sama, “berapa harganya, listrik gimana, masih ada?”. Foto dikompres, dan banyak grup membatasi jumlah posting.
2. Situs iklan dan aplikasi: banyak pengunjung, sulit menonjol
Situs properti dan aplikasi cari kos punya banyak pengunjung, lengkap dengan filter lokasi dan harga. Cocok untuk yang baru mulai mencari.
Di situs iklan, kos Anda mudah tenggelam di antara ratusan bangunan serupa. Foto: Gary Todd (CC0).
Gantinya, iklan Anda berada di antara ratusan iklan serupa, dan untuk naik ke atas biasanya harus bayar. Tiap situs punya format sendiri, sulit menulis biaya layanan, parkir, atau aturan, dan setelah kamar terisi Anda harus menghapus iklan di mana-mana.
3. Website sendiri: tidak tenggelam, muncul di Google
Di website, iklan Anda tetap di tempatnya, tidak tenggelam, tanpa batas foto atau teks. Orang yang mencari “kos dekat kampus” atau “apartemen bulanan” di Google bisa menemukan halaman Anda, apalagi jika juga terdaftar di Google Maps.
Tampilkan semua yang dibutuhkan penyewa: foto asli tiap kamar, luas, harga kontrak 6 dan 12 bulan, tanggal kosong, biaya listrik air, aturan, dan tombol survei. Penyewa membaca dulu baru menghubungi, jadi chat lebih sedikit dan lebih tepat. Baca juga perbandingan website atau Instagram.
4. Isi iklan sewa yang baik
Di mana pun Anda memasang iklan, jawab dulu pertanyaan yang sering muncul:
- Harga dan kontrak: sewa per bulan, kontrak minimum, diskon untuk kontrak panjang.
- Biaya bulanan: listrik, air, biaya layanan, parkir, internet.
- Info kamar: luas, kamar tidur, lantai, jendela atau balkon, perabot.
- Tanggal kosong: bisa langsung atau mulai kapan.
- Aturan: jam malam, hewan peliharaan, jumlah penghuni, deposit.
Foto asli setiap sudut, termasuk dapur dan kamar mandi, membantu calon penyewa cepat memutuskan. Foto: Naomi Hébert (CC0).
Foto saat terang, rapikan barang, dan sertakan jendela serta lorong. Tips foto produk pakai HP juga berlaku untuk foto kamar.
5. Gabungkan: posting di grup, arahkan ke website
Cara paling efektif adalah memakai keduanya. Di grup, posting singkat: dua tiga foto terbaik, harga mulai, lokasi, dan satu kalimat “Foto lengkap, harga, dan jadwal survei: link”. Yang tertarik tinggal klik dan melihat semuanya.
Di website, pasang formulir jadwal survei: pilih kamar, tanggal dan jam, tanggal pindah, jumlah penghuni. Permintaan masuk ke WhatsApp atau jadi satu baris di Google Spreadsheet; caranya ada di panduan Google Formulir. Anda tinggal konfirmasi jam.
6. Selalu akurat: kamar kosong, harga, biaya
Info yang salah membuang waktu kedua pihak. Dengan website, cukup ubah satu tempat:
- Tandai kamar yang sudah disewa agar tidak ditanyakan lagi.
- Isi tanggal kosong kamar yang akan habis kontraknya, supaya bisa dipesan lebih dulu.
- Perbarui tarif listrik air; kalkulator menghitung ulang total bulanan.
Tulis jelas apakah fasilitas seperti ruang cuci dan parkir gratis atau berbayar. Foto: Wikimedia Commons (CC0).
Tempel kode QR untuk toko yang mengarah ke website di pintu masuk dan papan pengumuman, lalu daftar bisnis di Google Maps.
Buat website sewa kos gratis
Anda tidak perlu menyewa pembuat website. Lihat cara buat website gratis, atau buka template apartemen servis di koleksi template website gratis: ganti nama gedung, foto dan harga tiap kamar, biaya listrik air, ketentuan kontrak, dan nomor WhatsApp, lalu online dalam sekitar 5 menit. Filter kamar kosong, kalkulator biaya bulanan, dan formulir survei sudah tersedia.
Template di artikel ini
Pertanyaan yang sering diajukan
Kalau sudah punya website, perlu berhenti posting di grup?
Tidak. Grup Facebook dan WhatsApp masih jadi tempat orang mencari kos. Posting singkat dan sertakan link website.
Kamar cuma sedikit, perlu website?
Perlu, kalau gratis. Satu halaman berisi foto asli, harga, biaya listrik air, dan tombol survei mengurangi chat dan tidak perlu posting ulang tiap hari.
Apakah website menandai kamar yang sudah terisi?
Centang Sudah disewa di editor dan halaman langsung menampilkannya. Isi tanggal kosong, pada hari itu label berubah jadi Kosong sekarang.
Perlu cantumkan harga asli di iklan?
Perlu. Harga dan biaya yang jelas menyaring orang yang tidak cocok, sehingga yang datang survei sudah setuju harganya.